Press "Enter" to skip to content

Hukum Aqiqah Dalam Islam Lengkap

Aqiqah ataupun akikah ialah perayaan menyembelih kambing yang dicoba bagaikan wujud dari rasa syukur sebab balita yang baru lahir. Buat persyaratan jumlah kambing yang hendak di sembelih antara balita pria serta wanita pula berbeda ialah 1 ekor kambing buat anak wanita serta 2 ekor kambing buat anak pria. Berikut ini, kami hendak membahas secara lengkap menimpa hukum aqiqah, dalil dan sebagian perihal berarti menimpa aqiqah dalam Islam yang lain.

Hukum Aqiqah Dengan Dalil Al- Qur’ an

Berikut sebagian dalil Al- Qur’ an yang terpaut dengan hukum melaksanakan aqiqah bagi ajaran Islam, Antara lain:

Salman bin‘ Amir Ad- Dhabiy

Dari Salman bin‘ Amir Ad- Dhabiy mengatakan bila Rasulullah bersabda,“ Aqiqah dilaksanakan sebab kelahiran balita, hingga sembelihlah hewan serta hilangkanlah seluruh kendala darinya.”[Shahih Hadits Riwayat Bukhari( 5472), buat lebih lengkapnya amati Fathul Bari( 9/ 590- 592), serta Irwaul Ghalil( 1171), Syaikh Albani].

Hukum Beserta Tuntunan Penerapan Aqiqah jakarta timur.

Berikut sebagian hukum yang diiringi dengan tuntunan dalam melakukan aqiqah, ialah:

Aqiqah Ialah Syairat Islam

Aqiqah merupakan satu yang telah disyariatkan di dalam agama Islam serta sebagian dalil yang berkata antara lain merupakan hadits Rasulullah saw yang mengatakan“ tiap anak tertuntut dengan aqiqahnya”.

Jumlah Hewan Sembelihan

Hadits yang lain berkata bila,“ Anak pria( Aqiqah- nya dengan 2 kambing) lagi anak wanita( Aqiqah- nya) dengan 1 ekor kambing”.

Status hukum aqiqah ialah sunnah serta perihal ini cocok dengan pemikiran dari mayoritas ulama semacam contohnya Imam Malik, Imam Syafi’ i serta Imam Ahmad yang didasari dengan sebagian dalil diatas.

Para ulama tidak berkata harus dengan membuat penyataan bila seandainya aqiqah merupakan harus, hingga kewajiban ini jadi perihal yang telah dikenal oleh agama serta Rasulullah pula nyatanya telah membagikan penjelasan tentang kewajiban itu.

Terdapat sebagian ulama semacam Imam Laits dan Imam Al- Bashri yang mengatakan komentar bila hukum dari aqiqah ialah harus bersumber pada dari 1 hadits ialah“ Kullu ghulamin murtahanun bi‘ aqiqatihi” yang berarti tiap anak tertuntut dengan aqiqah.

Tidak Mematahkan Tulang Sembelihan

Dikala menyembelih, terdapat perihal yang wajib dicermati ialah tidak mematahkan tulang dari sembelihan dengan hikmah yang tercantum merupakan tafa’ ul ataupun berharap hendak keselamatan badan dan anggota tubuh dari anak tersebut.

Hewan Sembelihan Tidak Boleh Cacat

Aqiqah yang legal merupakan bila telah penuhi ketentuan dari hewan qurban ialah tidak cacat serta pula telah masuk ke umur yang telah disyaratkan dalam Islam. Aqiqah merupakan menyembelih di hari ke- 7 semenjak kelahiran balita yang dimaksudkan buat bersyukur pada Allah.

Hendak namun tidak hanya kambing, sapi ataupun unta pula diperbolehkan dengan ketentuan cuma 1 unta ataupun 1 sapi buat 1 orang anak saja, tetapi sebagian ulama berkomentar bila aqiqah yang diperbolehkan cuma mengenakan kambing saja karena cocok dengan dalil Rasulullah saw.

Aqiqah Berarti Tali Belenggu Anak

Aqiqah pula mengartikan terbebasnya anak dari tali belenggu yang jadi penghalang anak dalam membagikan syafaat pada orangtua serta aqiqah ialah melaksanakan syair Islam.

Dikala menyembelih, hingga diniatkan buat melaksanakan aqiqah dengan menyebut nama balita dan nama ayahnya serta bumbu buat memasak wajib lebih manis dengan tujuan biar akhlaknya pula manis serta memanglah jadi kesukaan dari Rasulullah merupakan manis dan madu.

Mencukur Rambut Setelah Aqiqah

Mencukur rambut dicoba setelah proses aqiqah berakhir dicoba semacam pada haji dimana tahallul dilaksanakan setelah qurban. Rambut yang telah di potong hendak dikumpulkan kemudian ditimbang serta beratnya hendak dikonversikan dengan emas ataupun juga perak.

Rasulullah saw berikan perintah pada Sayyidah Fathimah supaya menimbang rambut Sayyidina Husein serta pula bershadaqah emas dengan berat yang sama dengan berat rambut sekalian membagikan hadiah spesial berbentuk paha ataupun kaki kambing ke bidan yang telah membantu kelahiran.

Melanjutkan Dengan Tahnik

Setelah memotong rambut, hingga dilanjutkan lagi dengan memasukkan suatu yang manis ke dalam mulut balita. Para Shahabat mempunyai kerutinan bila balita yang baru saja lahir hendak langsung dibawa ke hadapan Rasulullah saw.

Dia setelah itu hendak memerintahkan buat diambilkan kurma kemudian mengunyahnya hingga halus serta mengambil sedikit dari mulut- Nya kemudian memberikannya ke mulut balita dengan metode memegang langit- langit mulut balita sehingga hendak langsung di hirup.

Terdapat 2 perihal yang tercantum dalam perihal ini ialah karbohidrat ataupun glukosa ialah sumber kekuatan dari raga dan ludah dari Rasulullah yang hendak membagikan berkah. Sunnah ini kemudian diteruskan oleh umat muslim ialah dengan mentahnikkan balita pada para ulama.

Perkataan Selamat dalam Kegiatan Aqiqah

Dengan mengucapkan selamat pada kegiatan aqiqah dengan kedatangan anggota baru di dalam keluarga hendak membuahkan kesan yang haru serta pula mendalam buat keluarga yang bersangkutan.

Barakallahu laka fil mauhubi laka wasyakartal wahiba wabalagha asyaddahu waruziqat birrahu, yang mempunyai makna:

“ Mudah2an Allah melimpahkan berkah, serta Kamu kian mensyukuri Dzat Pemberinya. Mudah- mudahan sang anak ini menggapai kedewasaannya serta engkau dikaruniai baktinya”.

“ Barakallahu laka wabaraka alaika“ ataupun” ajzalallahu tsawabaka”

Maksudnya:“ Mudah- mudahan kamu pula diberkahi Allah. ataupun Mudah- mudahan Allah memberimu balasan pahala yang besar”.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: